MATASEMARANG.COM – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang yang diketuai Sekda Kota Semarang Handi Priyanto mulai memetakan peluang dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang bisa mengangkat pendapatan asli daerah (PAD).
Setelah dilantik sebagai Sekda definitif, Handi langsung tancap gas untuk menangkap berbagai peluang pendapatan di dinas-dinas penghasil PAD.
“Kami semalam itu rapat dengan dinas-dinas, memetakan mana saja yang bisa digenjot untuk meningkatkan PAD kita,” kata Handi ditemui di Oudetrap Kota Lama Semarang, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia mengatakan guna mendongkrak PAD memang harus melakukan inovasi, apalagi masing-masing kategori pajak memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
“Jadi, kita coba pilah satu per satu. Saya rasa peluang itu cukup terbuka besar manakala kita lakukan pemetaan sejak awal, kemudian kita siapkan rencana untuk berbuat apa sehingga secara bersama nanti kita akan lakukan upaya meningkatkan PAD,” jelasnya.
Pajak Jasa dan Barang Tertentu (PBJT) yang mencakup pajak makan minum, perhotelan, hiburan, parkir, dan tenaga listrik memiliki peluang besar untuk ditingkatkan dengan menerapkan digitalisasi.
PBJT dinilai tidak akan memberatkan masyarakat, apalagi pajak adalah uang titipan yang harus disetorkan ke kas daerah yang nantinya akan kembali lagi ke masyarakat melalui pembangunan.
“Tugas Bapenda di sini nanti bagaimana memastikan uang yang dibayarkan masyarakat bisa sampai ke kas daerah tanpa ada kebocoran,” terangnya.
Sementara untuk retribusi pasar dan pedagang kaki lima (PKL) yang dikelola Dinas Perdagangan, juga akan menggunakan nontunai atau cashless untuk mengurangi kebocoran


















