MATASEMARANG.COM – Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, salah satu BUMD andalan milik Pemerintah Kota Semarang genap berusia 114 tahun pada 2025.
Perusahaan plat merah ini terus berkomitmen menjalankan dua fungsi utama, yaitu melayani masyarakat dengan tarif bersubsidi sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Hingga November 2025, Tirta Moedal melayani 202.734 sambungan rumah (SR), meningkat dari 181.705 SR pada 2022. Lonjakan pelanggan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih yang diberikan.
Direksi Tirta Moedal menegaskan, perusahaan kini menghadapi tantangan era digital dengan program kerja terukur, SDM kompeten, serta dukungan teknologi.
Salah satunya melalui pembangunan operational control center (OCC) sebagai pusat kendali terpadu dari produksi hingga distribusi air, untuk meminimalkan keluhan pelanggan.
Rencana Bisnis 2026–2030

Perumda tengah menyusun rencana bisnis baru yang berfokus pada peningkatan cakupan layanan guna mewujudkan akses air minum 100 persen perkotaan pada 2030, sesuai target sustainable development goals (SDGs) tujuan ke-6.
Target tersebut mencakup:
- Akses universal terhadap air minum aman dan terjangkau.
- Peningkatan kualitas air dengan mengurangi polusi dan limbah.
- Efisiensi penggunaan air di semua sektor.
- Perlindungan ekosistem sumber daya air.
- Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air dan sanitasi.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 53 Tahun 2025 tentang kebijakan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum.
Diversifikasi dan Inovasi

Selain layanan utama, Tirta Moedal mulai melakukan diversifikasi usaha dengan meluncurkan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Air Moedal.
Perusahaan juga terpilih sebagai satu-satunya kandidat dari Indonesia dalam Program Urban Water Catalyst Initiative (UWCI), bersama tujuh peserta lain di dunia. Program ini mendukung pencapaian kondisi keuangan perusahaan yang sehat.





















