Eskalasi Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Ibadah Haji 2026 Tetap Aman

Menteri Haji dan Umrah K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (instagram @gus.irfanyusuf)
Menteri Haji dan Umrah K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (instagram @gus.irfanyusuf)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 tetap berjalan sesuai rencana, meski kawasan Timur Tengah tengah diliputi eskalasi geopolitik.

Pemerintah tetap mengedepankan keselamatan jamaah menjadi kompas utama dalam setiap kebijakan.

Menteri Haji dan Umrah K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara cermat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  3 Jemaah Haji Asal Indonesia Hilang, PPIH Arab Saudi Masih Lakukan Pencarian

“Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jamaah adalah prioritas utama. Semua skenario penyelenggaraan haji dan mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu 15 April 2026.

Fokus Pengamanan

Pemerintah memastikan pengamanan menyeluruh, tidak hanya saat jamaah berada di Tanah Suci, tetapi juga selama perjalanan dan distribusi logistik.

Fokus utama mencakup keamanan jamaah di Arab Saudi, keamanan perjalanan menuju dan kembali ke Indonesia, serta keamanan logistik selama pelaksanaan ibadah haji.

BACA JUGA  Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz

Meski ketegangan Iran dengan Amerika-Israel menjadi sorotan, pemerintah menegaskan seluruh tahapan haji tetap sesuai jadwal.

Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi

Kuota dan Jadwal Haji 2026

Kuota haji Indonesia tahun ini ditetapkan sebanyak 221 ribu orang, terdiri atas 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah khusus.

Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026, sementara kloter terakhir berangkat 21 Mei 2026.

Pos terkait