Pekalongan Diusulkan Segera Dibangun Tanggul Laut Raksasa

Tanggul laut
Warga berjalan kaki melintasi tanggul di kawasan pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta. (Dok ANTARA)

MATASEMARANG.COM – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengusulkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) agar wilayah Pekalongan dapat masuk wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) sesi pertama selain Teluk Jakarta dan Semarang-Kendal-Demak.

“Saya bilang kemarin ke Bapak Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan. Pak, fakta hari ini adalah Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut, jadi tolong dipertimbangkan Pekalongan bagian dari Bapak (Kepala BOPPJ) prioritaskan di sesi pertama (GSW) ini,” ujar Dody di Karanganyar, Minggu.

BACA JUGA  Stasiun Batang Jadi Pemberhentian Kereta Api Argo Muria Eksekutif

Kementerian PU, menurut Dody, diminta oleh BOPPJ untuk menempatkan personel di BOPPJ. Kementerian juga terus berkoordinasi dengan BOPPJ terkait pembangunan giant sea wall.

Bacaan Lainnya

“Memang beberapa kita sudah menginisiasi. Dan kemudian karena ada inisiasi, ada beberapa loan kalau tidak salah saya. Ada beberapa loan yang terkait dengan Giant Sea Wall tapi masih masuk di kita. Saya sudah komit sama Bapak Kepala BOPPJ, apa pun loan atau pinjaman atau apa pun yang dari luar yang terkait Giant Sea Wall dan masih saya (Kementerian PU) pegang, itu saya alokasikan 100 persen untuk BOPPJ sebagai salah satu dukungan saya ke BOPPJ,” katanya.

BACA JUGA  Penggunaan Dana Desa Diminta Tampil di Website

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa mengungkapkan urgensi pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall untuk melindungi kontribusi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 368,3 miliar dolar AS.

Pos terkait