79 Tim Ramaikan Festival Balon Pekalongan, Final di Stadion Hoegeng

ilustrasi balon udara (pixabay/ timrael)
ilustrasi balon udara (pixabay/ timrael)

MATASEMARANG.COM – Sebanyak 79 tim dari berbagai daerah ikut memeriahkan Pekalongan Balloon Festival 2026, ajang tahunan yang kini menjadi simbol perpaduan antara tradisi Syawalan dan komitmen menjaga keselamatan.

Festival yang mengusung tema “Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota” ini digelar bertahap, mulai dari babak penyisihan 23–24 Maret hingga grand final pada 28 Maret 2026 di Stadion Hoegeng.

Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan Retno Purnomo menjelaskan bahwa festival ini menjadi solusi untuk menekan penerbangan balon liar yang berisiko mengganggu jalur listrik maupun penerbangan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cegah Banjir, BPBD Pekalongan Bersihkan Sungai Setiap Hari

“Harapannya tidak ada lagi balon yang diterbangkan sembarangan. Semua diarahkan ke festival agar aman dan tetap meriah,” ujarnya.

Dari tiap lokasi penyisihan, panitia memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke grand final.

Puncak acara bertepatan dengan tradisi Syawalan, lengkap dengan atraksi tim ekshibisi dari Wonosobo.

Camat Pekalongan Utara Wismo Aditio menambahkan bahwa festival ini menjadi wadah kreatif anak muda.

“Kami ingin tradisi tetap hidup, tapi dengan cara yang aman dan produktif. Balon liar dan petasan harus ditinggalkan,” tegasnya.

BACA JUGA  BUMDesma Desa Kedungsari Catat Surplus Rp1,54 Miliar pada 2025

Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah PPG Landungsari, dengan balon raksasa berdiameter 14 meter bergambar sosok Jenderal Hoegeng yang dipadukan dengan batik khas Pekalongan.

Ketua tim Ulil Albab mengungkapkan pembuatan balon tersebut memakan waktu dua bulan.

“Kami ingin mengenalkan sosok Jenderal Hoegeng sebagai tokoh jujur dari Pekalongan,” katanya.

Pos terkait