Selain berbicara mengenai lawan di final, Herdman juga menilai tim asuhannya masih terus berkembang karena para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama.
Menurut dia, proses membangun chemistry membutuhkan waktu dan turnamen seperti FIFA ASEAN Cup menjadi bagian penting dari perkembangan sebuah tim.
Herdman mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari dua pertandingan terakhir Indonesia, di mana ia melihat timnya menunjukkan karakter berbeda dalam menghadapi situasi di lapangan.
“Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk,” kata pelatih 51 tahun itu.
“Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol,” tambah dia.
Lebih lanjut, ia juga turut merespon dukungan suporter yang meneriakkan namanya setelah pertandingan dengan, “John Herdman, John Herdman, John Herdman”.
“Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” ucap dia. [Ant]

















