Jarak Genetik
Amir memaparkan analisis genetik dan morfologi menunjukkan bahwa keduanya merupakan garis keturunan yang berbeda secara signifikan berdasarkan jarak genetik pada sebagian sekuens gen 16S rRNA serta kombinasi karakter morfologis.
Analisis filogenetik menunjukkan bahwa L. maanyanorum dan L. nusantara masing-masing membentuk klad monofiletik dengan dukungan statistik yang sangat tinggi. Selain itu, juga memiliki jarak genetik yang signifikan daripada spesies lainnya. Hal ini menguatkan status keduanya sebagai spesies baru.
Penemuan ini menegaskan pentingnya eksplorasi biodiversitas dan penguatan kebijakan konservasi berbasis data ilmiah di wilayah-wilayah tropis yang masih kurang terjamah. Khususnya Kalimantan sebagai bagian dari kawasan Sundaland yang sangat kaya akan spesies endemik.
Menyimpan Misteri Biologis
“Penemuan ini menunjukkan bahwa Kalimantan masih menyimpan banyak misteri biologis. Kita perlu terus melakukan eksplorasi dan penelitian, terutama di wilayah yang belum banyak peneliti jangkau,” tegas Amir.
Diketahui, penemuan ini atas kerja sama Tim Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Juga Aichi University of Education, Kyoto University dan Universitas Palangkaraya.
Penemuan ini telah terbit di jurnal ilmiah internasional Zootaxa (Zootaxa 5575 (3): 387-408) pada 24 Januari 2025. Judulnya Two new species of fanged frog from Southeastern Borneo. (Antara)



















