Satu Dekade Kolaborasi PWI Jateng-FH Unissula Buktikan Beri Manfaat Nyata

PWI Jateng
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana (kanan) dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng Amir Machmud NS. Foto: AZM

“Hukum jika disuarakan tanpa dipublikasi tentu akan berada di ruang sunyi. Sebaliknya, jurnalistik jika tidak dilandasi pemahaman hukum yang baik, tentu berpotensi menimbulkan kerawanan. Perpaduan antara hukum dan jurnalistik adalah sesuatu yang sangat ideal,” tegas pria yang akrab disapa Iwan tersebut.

Iwan menambahkan, di tengah pesatnya implementasi UU ITE, mahasiswa hukum harus hadir sebagai penjernih informasi (clarifier) di tengah masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari penyebar kabar bohong (hoax). Keahlian menerjemahkan bahasa hukum yang rumit menjadi tulisan ilmiah populer yang lugas dan mudah dicerna publik merupakan nilai tambah yang sangat berharga bagi lulusan FH Unissula saat kelak berkarier sebagai advokat, jaksa, hakim, maupun praktisi hukum.

“Sekolah Jurnalistik juga membentuk mahasiswa berpikir kritis sesuai fakta. Seperti halnya mencermati dinamika putusan peradilan belakangan ini, mahasiswa dapat menganalisis dan mengomunikasikannya ke publik sekaligus membangun jaringan dengan insan pers,” tambah Iwan.

Bacaan Lainnya

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH yang membuka acara itu. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa kerja sama produktif selama 10 tahun ini telah teruji memberikan kontribusi besar bagi kompetensi lulusan. Bahkan, tak jarang lulusan FH Unissula yang akhirnya berkarier di dunia kewartawanan.

“Sebagai Dekan, saya memandang kerja sama ini sangat produktif dan memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa. Di era digitalisasi, masyarakat butuh informasi yang benar dan objektif. Kegiatan ini selaras dengan capaian FH Unissula sebagai penyelenggara pendidikan, yaitu memberikan impact atau dampak langsung bagi masyarakat,” tutur Prof. Jawade.

Pos terkait