- Ada mitra yang sudah membangun dapur lalu diminta menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan padahal yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apapun…
MATASEMARANG.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memberi kesempatan bagi mitra untuk mengganti yayasan yang tak berkontribusi dalam peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Caranya adalah melalui pembaruan perjanjian kerja sama pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam proses registrasi, BGN menemukan sejumlah persoalan dalam hubungan antara mitra pembangunan dan yayasan yang menaungi SPPG. Ada yayasan yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap operasional maupun pembinaan dapur SPPG, tetapi meminta mitra menyetorkan sejumlah dana berdasarkan jumlah ompreng yang disalurkan.
“Ada mitra yang sudah membangun dapur lalu diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, padahal yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apa pun, tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan, tidak mempunyai kontribusi apa pun terhadap jalannya SPPG yang dinaungi oleh yayasan tersebut,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti karena dapat menimbulkan beban tambahan bagi mitra dan berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Ia menegaskan pengelolaan anggaran Program MBG harus diarahkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Atas dasar efisiensi, keadilan, dan pemanfaatan anggaran MBG secara maksimal, kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur,” paparnya.


















