MATASEMARANG.COM – Pelaku tawuran sering terlihat percaya diri dan berani dalam pertarungan fisik dengan seterunya. Namun, menurut polisi, di balik rasa percaya diri dan bernyali itu ada obat keras sebagai pemicunya.
Kepolisian menyebutkan konsumsi obat keras seperti tramadol dan heksimer menjadi salah satu faktor yang memicu pelaku tawuran lebih memiliki rasa percaya diri hingga berani melakukan aksi kekerasan.
“Yang paling berbahaya tramadol sama heksimer. Jadi efeknya orang itu bisa berhalusinasi dan mempunyai kepercayaan diri,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Prasetyo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.
Prasetyo menilai efek tersebut dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya aksi tawuran di wilayah Jakarta Selatan, terutama di kalangan remaja.
Prasetyo menjelaskan pembeli obat keras tersebut berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Ya bervariatif untuk pembelinya ini bervariatif mulai dari anak-anak sampai dewasa ada juga,” katanya.
Terkait asal-usul obat keras tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui dari mana pelaku memperoleh barang tersebut. “Masih kita dalami untuk asal muasal yang obat ini diperoleh,” kata dia.
Pihaknya juga mengimbau para pemilik toko untuk tidak lagi menjual obat keras secara ilegal karena dapat merusak generasi muda.
“Saya perintahkan tidak menjual kembali, tidak melakukan penjualan obat-obat keras tersebut karena akan merusak generasi muda dan akan meracuni pemuda-pemuda penerus bangsa,” katanya.





















