Tidak hanya dari segi skor, dalam pertandingan itu, ia mematahkan servis lawan di awal untuk membangun keunggulan di set pertama, kemudian servisnya dipatahkan kembali, dan kedudukan imbang 5-5 sebelum memenangi dua gim terakhir untuk merebut set tersebut.
Melawan Muchova, sebuah break di awal membantunya membangun keunggulan 5-2 di set pembuka. Muchova mempertahankan servisnya dan kemudian mematahkan servis Rybakina untuk skor 5-4 saat Rybakina melakukan servis untuk set tersebut, lalu menyamakan kedudukan menjadi 5-5, sebelum Rybakina kembali merebut dua gim terakhir untuk menutup set.
Secara statistik juga hampir identik. Rybakina mencetak 23 winner dan 18 unforced error, serta memenangkan 83 persen poin servis pertamanya melawan Andreeva.
Di final, ia mencatatkan 24 winner, 19 unforced error, dan memenangkan 78 persen poin servis pertamanya. Ia mematahkan servis lawan empat kali di setiap pertandingan.
Gelar tersebut juga memperkuat posisi Rybakina di peringkat No.2 WTA, tetapi yang lebih penting, kemenangan itu juga akan membawanya ke posisi teratas dalam Race to Riyadh, mengungguli Aryna Sabalenka untuk saat ini.
Kesuksesan tersebut juga membawa Rybakina ke posisi yang sangat baik menjelang rangkaian turnamen utama tanah liat, yakni WTA 1000 Madrid dan Roma, juga Grand Slam Roland Garros. [Ant]

















