MATASEMARANG.COM – I.League menyampaikan telah mencermati laporan mengenai keterlambatan pembayaran gaji pemain di klub PSBS Biak.
Pihak operator kompetisi menegaskan bahwa seluruh klub peserta wajib menjalankan hak dan kewajiban sesuai regulasi, termasuk pemenuhan hak pemain dan pelatih secara profesional.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan persoalan yang menyangkut hak pemain.
“Kami sudah melakukan pertemuan langsung dengan manajemen PSBS Biak untuk mendapatkan kejelasan dan mendorong penyelesaian yang bertanggung jawab,” ujarnya.
I.League menekankan empat poin utama:
- Kompetisi berada dalam pengawasan aktif dan situasi dipantau serius.
- Regulasi menjadi prinsip utama, seluruh pihak wajib patuh.
- Proses pendalaman dilakukan melalui komunikasi langsung dengan klub.
- Penanganan dilakukan proporsional, berbasis fakta, termasuk aspek deposit finansial klub.
Ferry menambahkan bahwa mekanisme deposit yang diterapkan di kompetisi tidak menghapus kewajiban klub memenuhi hak pemain.
“Setiap permasalahan yang berdampak pada hak tetap kami tangani sesuai regulasi,” tegasnya.
I.League juga mengingatkan bahwa tersedia mekanisme resmi penyelesaian sengketa melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia, lembaga arbitrase sepak bola di bawah PSSI yang diakui FIFA sejak 2025. NDRC menangani sengketa antara pemain atau pelatih dengan klub, termasuk kasus tunggakan gaji.
I.League menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas kompetisi, serta memastikan perlindungan terhadap seluruh pelaku sepak bola nasional. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses verifikasi selesai.

















