ASDP Batam kemudian melakukan koordinasi lintas instansi dengan instansi terkait namun kondisi cuaca, gelombang dan angin dinilai tidak memungkinkan untuk pemindahan pasien antar kapal.
Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, diputuskan kapal tetap melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis siaga mendampingi pasien di atas kapal.
“Saat tiba di Batam, evakuasi dilakukan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan, lalu pasien langsung dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Penumpang tersebut lalu meninggal dunia di rumah sakit, namun bayinya selamat.
Andri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya penumpang tersebut dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius perusahaan.
Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan pengetatan SOP, khususnya bagi penumpang ibu hamil, Andri menjelaskan bahwa saat ini ASDP hanya memastikan setiap penumpang memiliki tiket, dalam kondisi terlihat sehat, dan didampingi selama perjalanan.
“Pascakejadian ini, kami sudah menyampaikan laporan ke kantor pusat. Ke depan, hal ini akan ditinjau dan didiskusikan lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan, karena kebijakannya tidak hanya berlaku untuk Batam saja,” katanya menjelaskan.
Manajemen ASDP menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya penumpang tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap SOP pelayaran. [Ant/AZM]

















