MATASEMARANG.COM – Seorang remaja pendaki gunung dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Kabupaten Pemalag, sejak 27 Desember 2025.
Untuk melacak keberadaannya, Basarnas Semarang kembali mengerahkan sekitar 70 anggota dan sukarelawan untuk melanjutkan pencarian pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18).
Staf Basarnas Semarang Handika Hengki saat dihubungi dari Pekalongan, Selasa, mengatakan semula ada sekitar 120 orang yang ingin mengikuti pencarian korban ke Gunung Slamet. Akan tetapi dengan mempertimbangkan segala konsekuensi akhirnya diputuskan 70 orang yang terbagi menjadi empat tim.
“Saat ini kami bersama sukarelawan melanjutkan pencarian yang dimulai dari basecamp (titik kumpul) pada pukul 07.00 WIB. Saat ini diperkirakan tim pencari dan penyelamat ini sudah sampai di pos pertama jalur pendakian,” katanya.
Pengurangan jumlah anggota ini dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi sehingga Basarnas mengkhususkan pada personel atau sukarelawan yang sudah memiliki kualifikasi dan spesifikasi.
Namun demikian, Basarnas mengizinkan orang tua Syafiq Ridhan Ali bernama Dhani mengikuti pencarian terhadap anaknya yang kini diduga masih tersesat.
“Kemarin memang enggak jadi mendaki mencari korban karena ditutup. Dengan kondisi cuaca cerah, cuma hari ini keluarga bersama tiga tim ikut naik untuk menyisir di pos tiga dan pos lima ke bawah, sedangkan lainnya melakukan penyapuan ke lokasi puncak aliran air batas vegetasi yang berada di batas jalur Baturaden, Banyumas,” katanya.


















