Dengan digelarnya MLSC Seri 2 2025-2026 di 12 kota, Jackson percaya bahwa program ini mampu mengidentifikasi dan menyiapkan bibit-bibit berbakat sejak usia dini, mencetak generasi pemain putri yang kelak akan menjadi andalan Indonesia di kancah internasional.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Joko Hartono yang turut hadir dalam Upacara Pemberian Penghargaan (UPP) di Lapangan Sidodadi, Semarang mengapresiasi upaya MilkLife Soccer Challenge untuk terus memfasilitasi talenta-talenta muda, khususnya para siswi, dalam mengembangkan bakatnya bermain sepakbola.
Selain bakat memainkan si kulit bundar di lapangan, para peserta juga dapat memupuk semangat sportivitasnya.
“Kami sangat berbangga dan berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife atas penyelenggaraan MLSC Semarang Seri 2. Ini menjadi sebuah momentum pengembangan diri yang tepat bagi para siswi kota Semarang untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan bakatnya bermain sepakbola. Jadi, pendidikan yang diperoleh bukan hanya sekadar dari atas meja belajar, tapi juga pendidikan karakternya. Melalui kompetisi ini, semoga para peserta dapat membangun jiwa sportivitas serta kejujuran, karena pendidikan, keterampilan serta karakter dan attitude sama pentingnya untuk meniti masa depan mereka masing-masing,” kata Joko.
Joko menambahkan, penyelenggaraan turnamen secara rutin dan berjenjang seperti MLSC ini memberikan kesempatan bagi sekolah dan guru olahraga untuk berperan aktif dalam membina bakat siswa, sekaligus mendorong lahirnya generasi pesepak bola putri potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Kota Semarang, di level nasional maupun internasional.

















