Di antara empat tim yang masuk semifinal, dengan 34 peluang yang sudah dia ciptakan, Messi bukan hanya pencipta peluang terbanyak untuk Albiceleste, tetapi juga melebihi pencapaian Kane, Mbappe dan Yamal yang masing-masing menjadi pencipta peluang terbanyak untuk tim-timnya.
Padahal, stamina Messi telah banyak terkikis usia dan gerakannya tak lagi secepat dahulu. Ia juga menjadi target utama kawalan bek-bek lawan, termasuk para pemain Inggris. Namun, semua itu tampaknya belum cukup untuk menghentikan pemain yang keistimewaannya tak kunjung lekang oleh waktu.
Sudah sering tim lawan harus mengerahkan lebih dari dua pemain untuk menghentikan Messi. Tetap saja dia bisa membebaskan diri dari kawalan itu.
Contoh termutakhir adalah saat dia melewati Kane, Jude Bellingham, dan Elliot Anderson saat berusaha menusuk dari tengah untuk merangsek ke jantung pertahanan Three Lions. Anderson terpaksa mentekelnya dengan keras untuk menghentikan Messi, sampai dia diganjar kartu kuning.
Delapan gol dan 34 peluang yang dia ciptakan adalah bukti paripurna untuk visi dan dribelnya yang tak lekang dimakan usia.
Teladan bagi tim
Apakah cuma gol dan peluang?
Tentu saja tidak, karena Messi juga kampiun dalam melepaskan umpan-umpan silang berbahaya, yang dua di antaranya menjadi jalan bagi Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk mencetak gol yang menyingkirkan Inggris dalam semifinal Piala Dunia ini.
Catatan Messi dalam soal umpan silang melebihi statistik sama yang dimiliki Declan Rice di Inggris, Ousmane Dembele di Prancis, dan Alex Baena di Spanyol, yang masing-masing menjadi pemberi umpan silang terbanyak untuk tim mereka. Messi melepaskan 41 umpan silang, Baene 37, Rice 36, dan Dembele 25.

















