MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya menghadirkan fasilitas penitipan anak (daycare) di seluruh kawasan industri tahun ini.
Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga pekerja.
Bupati Jepara Witirso Utomo menyampaikan hal ini saat menerima audiensi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama perwakilan perusahaan dan lembaga pemerhati kesejahteraan buruh.
“Tahun ini kita usahakan semua perusahaan punya daycare. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul dan menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya, Senin 16 Maret 2026.
Dengan adanya daycare di tempat kerja, pekerja diharapkan lebih fokus dan produktif, sementara anak-anak mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas.
Program ini juga menjadi indikator penting dalam mewujudkan Kabupaten Jepara sebagai daerah layak anak.
Kepala DP3AP2KB Jepara Mudrikatun menambahkan bahwa keberadaan daycare sangat penting bagi pekerja yang harus meninggalkan anak selama jam kerja.
“Jika anak harus diasuh oleh bapaknya yang juga bekerja, maka salah satu dari mereka harus berhenti bekerja. Ini tentu berdampak pada ketahanan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Ia menekankan, perusahaan berbadan hukum dengan kewajiban CSR harus menyisihkan anggaran untuk penyelenggaraan daycare, baik bekerja sama dengan lembaga pendidikan sekitar maupun secara mandiri.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi pekerja dengan penghasilan setara UMR yang tidak mampu membayar jasa babysitter, sekaligus memperkuat perlindungan anak dan pembangunan SDM berkelanjutan di Jepara.





















