Perjalanan karier Herdman dimulai di Selandia Baru pada periode 2001–2011, ketika ia berperan sebagai Regional and National Football Development Director. Pada fase ini, ia terlibat dalam perancangan sistem pembinaan nasional, termasuk Whole of Football Plan 2010, pengembangan kurikulum kepelatihan, dan sistem pengembangan talenta terpadu.
Kesuksesan berlanjut saat Herdman menangani Timnas Putri Selandia Baru dan membawa mereka mencatat sejarah di Olimpiade Beijing 2008 serta Piala Dunia 2011, termasuk meraih gelar juara Oseania 2010.
Ia kemudian memimpin Timnas Putri Kanada sejak 2011, dengan pencapaian antara lain emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta peringkat FIFA tertinggi di posisi keempat dunia.
Pada 2018, Herdman dipercaya menangani Timnas Kanada putra dan berhasil mengantarkan mereka lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, disertai rekor 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi. Kanada juga mencetak gol pertama mereka di ajang Piala Dunia dan mencatat jumlah gol internasional terbanyak pada 2021.
Pengalaman Herdman di level klub terlihat saat ia menangani Toronto FC pada 2023. Dalam satu musim, performa klub meningkat signifikan, dengan kenaikan poin 68 persen, peningkatan jumlah kemenangan hingga 175 persen, delapan clean sheet, serta lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya.
Dengan latar belakang tersebut, Herdman dikenal sebagai pelatih taktik dan juga arsitek pembangunan budaya tim. Pendekatan inilah yang diharapkan PSSI dapat memperkuat struktur, identitas permainan, dan prestasi Timnas Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang. (Ant)





















