PJ Sekda Kota Semarang Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas.
Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang.
“MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang,” terang Budi.
Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 3 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, dan Tartil.
Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional.
“Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin,” kata dia.

















