Videografer yang Dituduh “Mark Up” Proyek Desa Itu Terus Melawan

Amsal Sitepu
Amsal Sitepu (kiri) dan Hinca Panjaitan

MATASEMARANG.COM – Merasa diintimidasi dan dikriminalisasi aparat penagak hukum, seorang videografer proyek sebuah desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyatakan akan terus melawan perlakuan tidak adil itu.

Amsal Christy Sitepu, terdakwa kasus korupsi penggelembungan anggaran, kini keterangannya didengar dalam rapat bersama Komisi III DPR RI secara daring.

Amsal mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan intimidasi saat menjalani proses hukum.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polda Jateng bongkar pabrik pupuk palsu di Boyolali

Dia mengaku sempat mendapatkan sekotak brownis dari seorang jaksa yang meminta dirinya agar mengikuti alur hukum dan tidak perlu ribut-ribut di media sosial.

Menurut dia, intimidasi itu terjadi di rumah tahanan tempat dirinya ditahan.

“Akan tetapi saya bilang, saya enggak takut, saya enggak salah,” kata Amsal dalam rapat bersama Komisi III DPR RI secara daring yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Amsal mengikuti rapat itu didampingi oleh Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan yang juga turut mendampingi Amsal di rumah tahanan. Adapun Anggota Komisi III DPR RI lainnya memantau dari DPR RI.

BACA JUGA  Mentan Sita 6.172 Karung Bawang Bombai Selundupan di Semarang

Atas hal itu, Amsal pun mengaku tidak ingin lagi ada anak muda di Indonesia yang dikriminalisasi seperti dirinya. Dia ingin agar dirinya menjadi pelaku ekonomi kreatif terakhir yang harus berurusan dengan hukum.

“Saya bilang tidak, saya akan tetap melawan. Walaupun saya tahu, banyak orang bilang kau akan dibenam, kalau kau melawan kau akan dibenam,” kata dia dikutip Antara.
Penghinaan Pelaku Kreatif

Sementara itu, Hinca yang turut mendampingi Amsal di lokasi menilai bahwa kasus itu justru bertentangan terhadap semangat Presiden Prabowo Subianto yang berjuang untuk memajukan ekonomi kreatif.

Pos terkait