2 Insiden Brutal di Liga 4, PSSI Gelar Rapat Darurat

PSSI
PSSI

MATASEMARANG.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar rapat darurat secara daring bersama PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur menyusul insiden brutal yang terjadi dalam kompetisi Liga 4 musim 2025/2026.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, serta dihadiri jajaran Exco, Komite Disiplin, perwakilan wasit, hingga manajer klub dari kedua provinsi.

Langkah cepat ini diambil atas arahan Ketua Umum Erick Thohir dan Komite Eksekutif PSSI, setelah sejumlah insiden tidak sportif pemain dan perilaku suporter viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  PSSI "Ngluruk" ke Eropa Berburu Pelatih Anyar Timnas Senior

“Akibat tindakan sejumlah pemain, nama sepak bola Indonesia menjadi bahan perbincangan negatif di media sosial. Ini bukan sekadar persoalan lokal, tetapi sudah mencoreng citra nasional,” tegas Sekjen PSSI Yunus Nusi dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa 27 Januari 2026.

PSSI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penambahan regulasi Liga 4.

Sanksi tidak hanya akan dijatuhkan kepada pemain, tetapi juga pelatih, manajer, ofisial, bahkan klub yang terlibat.

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menekankan bahwa setiap insiden di level daerah tetap dipersepsikan sebagai wajah sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

BACA JUGA  Indonesia Juara Voli SEA V League 2025

“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, akan dinilai sebagai bagian dari sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Insiden yang memicu rapat darurat ini antara lain tendangan brutal kiper PSIR Rembang kepada pemain Persikaba Blora di Stadion Krida, Jawa Tengah pada 21 Januari 2026, serta aksi serupa dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur 5 Januari 2025.

Pos terkait