Kendati demikian, Tantri membeberkan bahwa tim di lapangan sempat menemui hambatan komunikasi di awal proses pemadaman.
“Saat petugas tiba di lokasi, kendala yang dihadapi personel adalah adanya perbedaan bahasa saat melakukan koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah tim untuk bertindak cepat melokalisasi api,” jelasnya.
Proses pemadaman hingga penyiraman pendinginan berlanjut hingga pukul 06.26 WIB sebelum api dinyatakan padam total. Dalam insiden ini, Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Meski satu bangunan kantor hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai setengah miliar rupiah, ketanggapan personel di lapangan berhasil menyekat penyeberangan api ke bangunan utama lainnya.
“Total kerugian materiil ditaksir sekitar Rp500 juta. Namun di sisi lain, petugas berhasil menyelamatkan lima ruang kerja utama, beberapa unit komputer (PC), serta berkas dan dokumen penting milik perusahaan,” pungkasnya.


















