Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Kian Mematikan, 500 Ribu Orang Mengungsi

Thailand Kamboja
Peta Thailand Kamboja. Dok. Britanica

MATASEMARANG.COM – Konflik bersenjata militer Thailand dengan Kamboja makin mematikan sehingga memaksa lebih dari 500 ribu orang dari kedua negara bertetangga mengungsi ke tempat yang aman.

Bengah bentrokan bersenjata pasukan di perbatasan dua negara anggota ASEAN itu memang kian mematikan dan memakan korban pada Rabu (10/12).

“Lebih dari 400.000 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan yang aman,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, dalam konferensi pers, menambahkan bahwa lebih dari 700 sekolah telah ditutup.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Curhat Alfharezzi Buffon Soal Jadi Penentu Kemenangan Timnas Indonesia U-23

“Thailand teguh mendukung perdamaian, tetapi perdamaian harus disertai dengan keselamatan dan keamanan warga negara kita,” kata Surasant, menurut rekaman video konferensi persnya.

Pengungsian dilaporkan terjadi di tujuh provinsi perbatasan Thailand.

Kamboja juga melaporkan pengungsian lebih dari 127.000 orang di sisi perbatasannya karena kedua pihak menggunakan persenjataan berat, menurut Khmer Times, sebuah harian Kamboja.

Bentrokan terbaru sejak Senin (8/12) telah menewaskan sembilan warga sipil di Kamboja dan enam tentara Thailand, serta menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan, dengan Bangkok menggunakan jet F-16 untuk membombardir tetangga selatannya.

BACA JUGA  Netanyahu Pidato di PBB, Puluhan Pemimpin Negara Hengkang

“Seorang tentara Thailand lainnya telah meninggal, sehingga jumlah korban tewas menjadi 6,” kata Angkatan Darat Thailand pada Rabu malam, menurut kantor berita Khaosod.

Bangkok mengeklaim bahwa pasukan Kamboja menggunakan senjata berat, termasuk roket, untuk menyerang Thailand. Otoritas Kamboja belum secara terbuka mengkonfirmasi jumlah korban di pihak mereka.

Pos terkait