Arsenal mempertahankan keunggulan 1-0 hingga jeda.
Pada babak kedua, PSG tampil semakin agresif. Achraf Hakimi mengancam lewat tendangan bebas pada menit ke-55 yang dimentahkan oleh Raya.
Momentum kebangkitan PSG tercipta pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak penalti saat menyambut umpan Dembele.
Wasit menunjuk titik putih setelah mendapat konfirmasi dari VAR.
Dembele yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugas dengan sempurna.
Peraih Ballon d’Or 2025 itu menendang bola sudut kiri bawah gawang yang gagal dibaca Raya dan membuat skor berubah 1-1 pada menit ke-64.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSG. Vitinha mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-73, sementara Kvaratskhelia hampir membawa PSG unggul pada menit ke-77 andaikan tembakannya tak membentur tiang.
Arsenal merespons dengan memasukkan Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Meski begitu, kedua tim tetap gagal menambah gol hingga waktu normal berakhir.
Babak tambahan berlangsung ketat dengan peluang terbatas.
Raya beberapa kali sigap meredam serangan PSG, sedangkan Arsenal hampir mencetak gol kemenangan melalui tembakan Jurrien Timber dari sudut sempit yang melebar dari gawang.
Karena skor tetap 1-1 selama 120 menit, status juara Liga Champions harus ditentukan melalui adu penalti.
PSG tampil lebih tenang dalam babak tos-tosan.
Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya, sementara Nuno Mendes gagal mencetak gol.


















