Kendati demikian, Souto menegaskan Indonesia sama sekali tak takut menghadapi Iran pada final nanti. Soal rekor-rekor itu, Souto merasa timnya akan diuntungkan.
Sebagai tim debutan di final, Souto merasa timnya tak memiliki beban sama sekali. Sebaliknya, tim asuhan Vahid Shamsaee tersebut menurutnya akan bermain kurang lepas karena ada tekanan untuk memenangkan pertandingan, untuk menjaga reputasi mereka sebagai tim paling disegani di Asia.
“Bagaimana mungkin kami mendapat tekanan jika ini adalah final pertama kami? Sementara Iran telah memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah empat kali. Di mana tekanan kami?,” kata Souto pada jumpa pers pra-pertandingan di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat.
“Iranlah yang harus menanggung tekanan. Iran punya tradisi juara di AFC. Mereka punya kualitas, banyak pemain yang bermain di luar negeri, pemain yang kuat, dan ekosistem yang bagus sejak awal,” tambah dia.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Shamsaee mengatakan laga nanti akan berjalan menarik karena timnya akan bertemu tim yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi.
“Saya percaya besok akan menjadi pertandingan yang menarik karena dua hal. Suporter Indonesia penuh gairah dan kami menghadapi tim yang pertama kali ke final dengan motivasi besar,” kata Shamsaee, pelatih yang memberikan banyak gelar untuk Iran di Piala Asia Futsal sewaktu masih menjadi pemain tersebut.
Jadwal final Piala Asia Futsal 2026:
Sabtu (7/2)
Indonesia vs Iran (19.00 WIB)


















