Peluncuran program ini juga didukung oleh sejumlah perusahaan melalui program CSR. Bantuan yang diberikan meliputi 25 unit tempat sampah pilah dari PT United Tractor, 2 becak sampah dari Grand Edge Hotel, 60 tong sampah portable dari PT Numi Palapa dan PT Hino Cemaco, serta 2 unit dropbox B3 dari delapan perusahaan pengelola limbah.
DLH juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan agar memiliki kesadaran dan komitmen untuk tidak membuang sampah keluar kawasan. Ini bertujuan untuk mengurangi beban TPA Jatibarang yang saat ini semakin padat.
Menurut Arwita, Gerakan Zero Waste ini sejalan dengan Program 100 Hari Wali Kota Semarang untuk mewujudkan Semarang Bersih Bebas Sampah. Selain menjadi proyek percontohan, program ini juga diharapkan dapat direplikasi oleh kelurahan lain di Kota Semarang yang menghadapi permasalahan serupa.
“Program ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga tentang edukasi langsung kepada masyarakat agar lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” tutup Arwita.
Program Zero Waste Hutan Kota Krobokan menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk bersama-sama menciptakan kota yang bersih dan ramah lingkungan.


















