Namun, beberapa pengembalian yang tidak sempurna membuat Jonatan kehilangan momentum. Bola-bola tanggung yang diberikan kepada Panitchaphon juga kerap langsung dihukum menjadi serangan. Gim pertama pun menjadi milik Panitchaphon dengan skor 21-16.
Memasuki gim kedua, Jonatan mulai menemukan ritme permainan. Panitchaphon tetap berusaha memainkan tempo cepat, tetapi Jonatan lebih sabar dalam mengatur reli dan memaksa lawan terlibat dalam adu pukulan di depan net.
Dari tertinggal 1-3, Jonatan berbalik unggul 6-3 setelah merebut lima poin beruntun. Ia makin nyaman mengendalikan permainan, sementara Panitchaphon mulai kehilangan ketepatan dalam mengarahkan pukulan.
Jonatan unggul 11-8 saat interval gim kedua. Setelah jeda, Panitchaphon mencoba bermain lebih sabar, tetapi perubahan itu justru memberi ruang bagi Jonatan untuk mengatur tempo sesuai keinginannya.
Jojo semakin menjauh setelah pukulan-pukulan Panitchaphon mulai melebar. Dalam posisi tertinggal jauh, wakil Thailand itu terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Jonatan pun menutup gim kedua dengan skor telak 21-10.
Momentum kemudian sepenuhnya berpindah ke tangan Jonatan pada gim penentuan. Ia tidak terburu-buru menyerang meski beberapa kali memiliki kesempatan untuk menekan. Jonatan memilih bermain lebih aman, menahan reli, dan tidak memberi ruang bagi Panitchaphon untuk kembali menemukan permainan cepatnya.
Jonatan unggul 11-7 saat interval gim ketiga. Panitchaphon sempat mendekat setelah jeda, tetapi Jonatan tetap tenang dan kembali memperlebar jarak melalui variasi pukulan yang membuat lawannya jatuh bangun.


















