Untuk mengurangi kepadatan, masyarakat diarahkan memanfaatkan kantong parkir yang telah disiapkan, seperti Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Udinus, SMAN 3, Museum Mandala Bhakti, area belakang Spiegel, dan Metro Point.
Pemerintah Kota Semarang mengimbau warga untuk mengantisipasi perjalanan, menghindari jalur terdampak, serta mematuhi arahan petugas.
“Momentum ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kota ini dikelola secara tertib di tengah tingginya aktivitas publik,” jelas Agustina.
Karnaval Paskah 2026 menjadi penegas wajah Semarang sebagai kota yang hidup, inklusif, dan solid dalam keberagaman di mana ruang jalan tidak hanya dilalui kendaraan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merayakan nilai kemanusiaan.

















