Selain pelatihan dan sertifikasi, Disnaker Kota Semarang secara rutin membuka peluang kerja melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Kegiatan perekrutan digelar setiap Rabu dan Kamis di kantor Disnaker Kota Semarang.
“Prinsipnya seperti air menetes. Terus dilakukan, lama-lama pasti ada hasil. Rekrutmen kami lakukan berulang agar warga Semarang punya kesempatan kerja. Kalau sudah ada satu yang berhasil, biasanya yang lain akan ikut,” katanya.
Disnaker Kota Semarang juga akan memperkuat program yang mendukung kebijakan wali kota, khususnya terkait perlindungan pekerja rentan.
Program ini menyasar puluhan ribu pekerja yang masuk kategori rentan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26.
“Pekerja rentan jumlahnya sekitar 90 ribuan. Kami upayakan bisa terjangkau dan terlindungi, baik melalui dukungan ASN, APBD, maupun CSR perusahaan,” ujarnya.
Dia mengatakan pendataan dan verifikasi pekerja rentan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan program tepat sasaran.
Disnaker juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak guna menggali minat kerja dan kewirausahaan anak muda di Kota Semarang.
“Intinya kami ingin kolaboratif, menggandeng banyak pihak untuk menumbuhkan minat kerja dan usaha generasi muda,” kata dia.


















