Misi Kemanusiaan Tim Medis FK Undip di Sumatra Barat Pascabanjir dan Longsor 2025

Memasuki hari kedua, cakupan pelayanan diperluas dengan membagi lagi personel agar lebih banyak wilayah terdampak yang terjangkau. Persiapan sudah dimulai sejak dini hari; mengingat keterbatasan fasilitas di posko relawan, para anggota tim bergantian mandi dan menyiapkan perlengkapan sejak pukul 04.00 pagi. Sekitar pukul 06.00, satu kelompok tim berangkat menuju Puskesmas Kecamatan Palembayan, yang berjarak tempuh sekitar dua jam dari posko relawan Undip di Maninjau.

Setibanya di Puskesmas Palembayan, tim kembali dipecah menjadi dua regu kecil untuk menjangkau daerah pedalaman: satu regu bergerak menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) di Jorong Munthi, dan regu lainnya menuju Posko kesehatan darurat di Jorong Lambeh.

BACA JUGA  Heboh Biaya Bikin Sumur Bor Rp150 Juta, Begini Penjelasan Jenderal Maruli

Perjalanan menuju kedua lokasi ini penuh tantangan. Akses ke Jorong Lambeh sempat terhambat ketika mobil operasional puskesmas tersangkut di jalan berlumpur, sehingga waktu tempuh molor hingga lebih dari dua jam.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, jarak menuju Pustu Jorong Munthi mencapai sekitar 60 kilometer dari Puskesmas Palembayan, melewati jalanan rusak berat dan minim penunjuk arah. Di seluruh lokasi pelayanan hari itu, sinyal komunikasi nyaris tidak ada, menyulitkan koordinasi maupun pelaporan secara real-time. Meskipun demikian, pelayanan kesehatan tetap dilaksanakan semaksimal mungkin.

BACA JUGA  Seruan Kesadaran Ekologis dari Bencana Sumatra Barat

Meskipun akses menuju lokasi-lokasi tersebut sangat sulit, tim medis berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Di Jorong Munthi, misalnya, tim berhasil menangani sekitar 50 pasien dengan spektrum kasus yang beragam, mulai dari penyakit infeksi, keluhan muskuloskeletal akibat aktivitas evakuasi, hingga konsultasi terkait kesehatan ibu dan anak.

Pos terkait