Misi Kemanusiaan Tim Medis FK Undip di Sumatra Barat Pascabanjir dan Longsor 2025

Di Puskesmas Palembayan, spektrum pasien yang datang sangat beragam. Beberapa kasus obstetri dan ginekologi mulai muncul ke posko, di mana sejumlah ibu hamil meminta pemeriksaan kehamilan (antenatal care) lengkap dengan ultrasonografi portable yang dibawa tim.

Layanan poliklinik berjalan intensif hingga siang hari. Hingga akhir sesi pelayanan di Puskesmas tersebut, tercatat sekitar 95 pasien telah ditangani oleh tim dokter relawan. Tingginya jumlah pasien ini mencerminkan betapa besarnya kebutuhan layanan kesehatan lanjutan pascabencana di wilayah Palembayan dan sekitarnya, bahkan setelah fase tanggap darurat awal terlewati.

BACA JUGA  Tips Memilih dan Mengombinasikan Warna Interior Rumah agar Terasa Nyaman

Sementara itu, tim relawan lainnya yang sempat kembali ke posko Undip di Maninjau pada malam sebelumnya kembali diaktifkan untuk misi tambahan. Berdasarkan permintaan Dinas Kesehatan setempat, satu kelompok kecil dikirim menuju Posko pengungsian di Kelurahan Pauh, Kota Padang, menyusul terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut. Di posko Pauh ini, tim relawan memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 79 pasien dengan berbagai keluhan medis.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat tapi Pantang Patah Semangat

Pasien yang ditangani mencakup balita hingga lansia, dengan kasus meliputi penyakit dalam (seperti hipertensi, diabetes, ISPA, dan gangguan pencernaan), penyakit infeksi kulit, keluhan nyeri otot dan sendi, hingga konsultasi psikologis untuk mengatasi kecemasan.

Di sisi lain, kelompok tim berikutnya diarahkan menuju sebuah rumah singgah di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, yang menampung pasien-pasien pascaoperasi dari rumah sakit setempat. Mayoritas pasien di rumah singgah tersebut mengalami infeksi luka operasi, dengan luka terbuka yang masih mengeluarkan nanah.

Pos terkait