Di lokasi ini, tim fokus melakukan perawatan luka intensif, penggantian balutan, serta edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan lanjutan di rumah. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan mendukung proses pemulihan para pasien pascabedah.
Hari Keempat: Penutupan Misi dan Kepulangan
Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian tugas tim relawan medis Undip di Sumatera Barat resmi berakhir. Pagi itu, tim memastikan tidak ada pelayanan lanjutan yang terlewat dan kembali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam untuk penyerahan laporan serta tindak lanjut kasus-kasus yang membutuhkan rujukan.
Setelah segala administrasi dan koordinasi rampung, tim bersiap untuk kembali ke Semarang. Perjalanan pulang dilakukan melalui jalur udara menggunakan maskapai Citilink dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Seluruh anggota tim beserta peralatan medis tiba kembali di Semarang dengan selamat. Kepulangan ini menandai berakhirnya misi lapangan selama tiga hari penuh, sekaligus menjadi awal dari proses refleksi mendalam bagi seluruh anggota tim atas pengalaman kemanusiaan yang telah dilalui.
Refleksi: Pembelajaran dari Pengalaman Kemanusiaan
Pengalaman bertugas di tengah bencana di Sumatera Barat meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh anggota tim medis sukarelawan. Di balik keterbatasan fasilitas posko, akses yang sulit, dan jam istirahat yang nyaris tidak ada, kami belajar bahwa kehadiran tenaga kesehatan dalam situasi bencana bukan semata soal tindakan medis, tetapi juga tentang hadir, mendengar keluh kesah, dan memberi rasa aman bagi sesama manusia. Mulai dari luka fisik hingga trauma psikologis, dari ibu hamil yang membutuhkan kepastian akan kondisi janinnya hingga anak-anak yang perlahan kembali tersenyum melalui kegiatan bermain, setiap perjumpaan mengingatkan kami bahwa pemulihan adalah proses bersama yang melibatkan berbagai aspek. Solidaritas lintas profesi dan lembaga, dukungan pemerintah daerah, serta ketangguhan masyarakat setempat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis ini.





















