Pertarungan Panjang Menaklukkan Banjir Kota Semarang

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY juga membangun sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter untuk memperlancar aliran air.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo demi mengatasi banjir yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang tak kunjung surut.

“Kami usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam,” katanya, di sela memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Kota Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Permudah Pembuatan PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sedangkan Pemerintah Kota Semarang mengoptimalkan pompa-pompa yang dimiliki untuk menyedot air yang ada di kawasan permukiman.

Curah hujan memasuki awal November 2025 juga berangsur berkurang sehingga upaya pemompaan air bisa berjalan maksimal untuk mengurangi debit air banjir.

Sepertinya, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dimulai sejak Sabtu (25/10) mulai membuahkan hasil dan cukup efektif mengurangi curah hujan di kawasan rawan banjir, seperti Kaligawe, Mangkang, dan wilayah Pantura lainnya.

Dengan kerja kolaboratif, antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, banjir akhirnya teratasi pada Senin (3/11), termasuk di Jalan Kaligawe, menyisakan kubangan-kubangan air di jalan yang berlubang.

BACA JUGA  Mulai Hari Ini, Semua ASN Wajib Ngantor Setelah WFA

Aktivitas masyarakat dan lalu lintas di kawasan utama Kaligawe yang semula lumpuh berangsur normal, demikian juga di permukiman-permukiman sekitarnya seiring berangsur surutnya banjir.

Mitigasi dan Solusi Jangka Panjang

Meski banjir sekarang sudah surut, bukan berarti lantas membuat masyarakat tenang, apalagi BNPB mewanti-wanti untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan.

Pos terkait