Pertarungan Panjang Menaklukkan Banjir Kota Semarang

Artinya, dibutuhkan upaya mitigasi dan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Semarang yang betul-betul diharapkan oleh masyarakat.

Gubernur Jateng yakin bahwa Tol Semarang-Demak yang berfungsi juga sebagai tanggul laut, serta Kolam Retensi Terboyo menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Kolam dengan luas sekitar 189 hektare itu mampu menampung hingga 6 juta meter kubik air dan dilengkapi dengan rumah pompa besar berkapasitas 5.000 liter per detik per unit.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gerakan Pangan Murah Kota Semarang Digelar Serentak di 1.530 Titik

Keduanya adalah proyek yang ditangani oleh pemerintah pusat, Kolam Retensi Terboyo diperkirakan rampung antara 2026-2027, sedangkan Tol Semarang-Demak Seksi 1 baru rampung 2027.

Masyarakat tentunya menanti apakah kedua proyek itu benar-benar efektif untuk mengatasi banjir di kawasan pesisir Semarang, tetapi langkah jangka pendek dan menengah tetap diperlukan.

Pemkot Semarang perlu menata ulang selokan, saluran air, dan drainase di kawasan permukiman yang selama ini semrawut, bahkan ada yang ditutup oleh warga secara permanen.

BACA JUGA  Dinsos Jateng Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Banjir Semarang

Para pengembang kerap juga tidak bersinergi dalam membangun perumahan sehingga acapkali drainase tidak terhubung antarperumahan yang membuat aliran air menjadi tidak lancar.

Di sisi lain, upaya kolaboratif perlu diapresiasi, seperti Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk dibuat pembangunan sodetan baru dari Jalan Kaligawe menuju kolam retensi di belakang kawasan kampus.

“Kami berterima kasih kepada Unissula dan YBWSA yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa dengan menghibahkan tanahnya untuk kepentingan publik. Ini bentuk nyata semangat gotong royong dalam penanggulangan banjir,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Pos terkait