Ponpes Almamater Gus Yahya Dukung Dwitunggal “Lama” Dipertahankan

Pesantren Krapyak menyampaikan bahwa fokus utama lembaga tetap pada pendidikan, penguatan tradisi keilmuan, dan pembinaan santri. Lembaga berharap dinamika internal PBNU dapat selesai secara tertib sehingga program keumatan bisa berjalan stabil.

Para pengasuh pesantren yang turut menandatangani maklumat tersebut adalah KH. Jirjis Ali Maksum, KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir, Ny. Hj. Ida Fatimah Zaenal Abidin, KH. Muhtarom Busyro, KH. R. Chaidar Muhaimin Afandi, KH. Ahmad Shidqi Masyhuri.

Kemudian, M.Eng., KH. Nilzam Yahya, M.Ag., KH. Munawwar Ahmad Munawwir, Ny. Hj. Ida Rufaida Ali Maksum, KH. Fairuzi Afiq Dalhar Munawwir, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., KH. Afif Muhammad, M.A., KH. Fairuz Warson Munawwir.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo Sebut Kebocoran Sistemik Capai Rp2.500 Triliun per Tahun

Sebelumnya muncul surat pernyataan Pondok Pesantren (Ponpes) Ali Maksum Krapyak, DI Yogyakarta (DIY) mendukung pelaksanaan rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan diselenggarakan pada 9–10 Desember 2025 mendatang untuk membahas pergantian Ketua Umum PBNU.

Dukungan tertuang dalam surat yang ditandatangani Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, DIY, KH. Khoirul Fuad Ahmad. Tak lama muncul maklumat yang menjadi bantahan dari surat pernyataan tersebut. (Antara)

Pos terkait