MATASEMARANG.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kebocoran anggaran akibat praktik laporan ekspor palsu oleh pengusaha yang merugikan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah sehingga turut berdampak pada gaji guru.
“Kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun. Rp15 ribu triliun saudara-saudara, ini semua data keluar saya ingin sampaikan dalam forum ini,” kata Presiden Prabowo pada pidato penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa.
Presiden menyatakan dirinya ingin memberi pemahaman kepada para kiai yang hadir di Munas dan Konbes NU bahwa kebocoran anggaran tersebut yang menyebabkan negara kekurangan anggaran dan berdampak pada gaji guru serta pegawai negeri.
“Saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan? Karena uangnya nggak ada,” kata Presiden.
Prabowo mengungkapkan bahwa angka kerugian masif tersebut diperoleh berdasarkan pengolahan data United Nations Comtrade oleh Dewan Ekonomi Nasional terkait fenomena under-invoicing atau pemalsuan laporan, khususnya dalam kegiatan ekspor.
Menurut Presiden, manipulasi volume komoditas yang dilaporkan oleh pengusaha nakal menjadi penyebab utama mengapa anggaran negara untuk kesejahteraan rakyat selalu mengalami kekurangan.


















