Prabowo mencontohkan modus kecurangan tersebut terjadi ketika pengusaha mengekspor seribu ton komoditas ke luar negeri, namun hanya melaporkan setengahnya kepada otoritas pemerintah.
Kebocoran Sistemik
Kepala Negara menegaskan bahwa kebocoran sistemik yang diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun setiap tahunnya tersebut kini sedang diperbaiki secara masif oleh jajaran Kabinet Merah Putih.
Selain manipulasi dokumen, Presiden juga menyebut aksi penyelundupan komoditas berharga seperti emas dan perak di wilayah laut Indonesia hingga kini juga masih terus berjalan.
“Hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo Subianto menutup secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Pejabat-pejabat negara yang ikut menghadiri acara PBNU di Bangkalan, yaitu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kemudian, ada pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. [Ant]


















