Ia menegaskan program naturalisasi masih menjadi bagian dari strategi pengembangan sepak bola Indonesia, namun tetap mengutamakan pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia.
“Naturalisasi masih menjadi bagian dari program kita, terutama untuk pemain yang memang memiliki darah Indonesia,” katanya.
Erick menambahkan para pemain yang menjalani naturalisasi juga menunjukkan komitmen untuk membela dan memperkuat tim nasional Indonesia.
Di sisi lain, ia menegaskan pengembangan talenta sepak bola nasional tetap menjadi prioritas melalui kompetisi usia muda dan pembinaan pemain di berbagai daerah. Menurut dia, pelatih tim nasional John Herdman juga terus memantau potensi pemain muda Indonesia.
“Keseimbangan antara persiapan tim nasional senior dan kelompok usia muda harus terus dijaga. Kita melihat banyak potensi pemain lokal yang terus berkembang dan dipantau tim pelatih,” ujar Erick.
Data penelurusuran ANTARA menyebutkan, sejak program naturalisasi pemain keturunan digencarkan, Timnas Indonesia telah diperkuat sedikitnya 19 pemain naturalisasi pada era Erick Thohir, dan jumlahnya berpotensi bertambah seiring proses naturalisasi pemain baru yang masih berjalan. [Ant]


















