Dubes Santo menjelaskan bahwa proses pendataan, asesmen kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki paspor terus dilakukan secara bertahap.
Untuk mempercepat proses kepulangan, penambahan sumber daya manusia dari Kementerian Luar Negeri telah dilakukan. Dalam waktu dekat, personel KBRI juga akan diperkuat dengan dukungan sumber daya manusia dan peralatan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bagi WNI yang masih memiliki paspor dan visanya masih berlaku, KBRI mendorong agar segera membeli tiket secara mandiri. Kedutaan mencatat puluhan WNI telah membeli tiket dan akan segera kembali ke tanah air. Bahkan, tidak sedikit WNI yang telah pulang ke Indonesia tanpa melaporkan kepulangannya kepada KBRI.
Lebih lanjut, KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI agar bersabar dan tertib dalam mengikuti seluruh proses kepulangan. “KBRI akan melakukan yang terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,” kata Dubes Santo.
Sepanjang 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani 5.088 kasus WNI, atau rata-rata 15 hingga 30 kasus per hari. Angka tersebut meningkat tajam dalam sepekan terakhir, ketika jumlah aduan sempat mencapai 520 kasus baru dalam satu hari.
KBRI juga meminta WNI untuk selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI. Seluruh layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali biaya resmi penerbitan SPLP sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Selain itu, KBRI mengimbau agar WNI menjaga komunikasi dan menyampaikan kondisi mereka kepada keluarga serta rekan di tanah air, sehingga keluarga dapat memberikan dukungan dalam proses kepulangan ke Indonesia. [Ant]
















