Dalam momentum HUT ke-35 ini, Pemerintah Kota Semarang juga meresmikan Daycare RSWN. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai, tetapi juga dapat dimanfaatkan pasien yang sedang menjalani pemeriksaan.
Bahkan, daycare ini dirancang inklusif untuk anak-anak, ibu hamil, hingga remaja dengan pendekatan kesehatan mental.
“Dengan jumlah pegawai sekitar 1.500 orang, banyak di antaranya keluarga muda. Daycare ini membuat mereka bisa bekerja dengan tenang dan melayani pasien dengan senyum, tanpa rasa cemas. Ini bagian dari komitmen sosial rumah sakit,” paparnya.
Ia juga mengapresiasi konsep daycare yang menyediakan ruang aman bagi remaja, khususnya dalam merespons isu kesehatan mental. Menurutnya, tidak banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas selengkap ini dengan biaya layanan yang terjangkau.
Agustina turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas hospitalia RSWN, mulai dari tenaga medis, tenaga penunjang, hingga petugas pendukung layanan.
Ia mengajak seluruh jajaran RSWN untuk terus menjaga semangat melayani dan berinovasi, agar standar layanan kesehatan dapat dirasakan setara oleh warga di pusat kota maupun wilayah pinggiran.
“Rumah sakit milik pemerintah kota harus menjadi ruang yang aman, profesional, dan manusiawi bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Sebagai informasi, dalam satu tahun terakhir kunjungan rawat inap di RSWN meningkat sekitar 19 persen, dari 22.586 pasien pada 2024 menjadi 26.981 pasien pada 2025.
Capaian tersebut memperkuat peran RSWN sebagai bagian penting dari sistem kesehatan Kota Semarang yang terus berkembang dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


















