Di usia yang masih sangat muda, kecepatan renangnya mulai menonjol, dan latihan intens perlahan berubah dari beban menjadi kebutuhan.
“Di sana saya berkembang. Saya punya kecepatan di usia 11 tahun. Saya pikir keputusan saya tepat untuk berlatih lebih sering. Rasanya menyenangkan, jadi saya lanjutkan sampai sekarang,” ujarnya menuturkan.
Pada awalnya, Masniari sempat berniat mendalami gaya bebas. Namun, pelatihnya melihat potensi yang lebih besar di nomor lain.
Backstroke menjadi paling sesuai dengan karakter tubuh dan kecepatan yang ia miliki. Dari situlah spesialisasi Masniari terbentuk.
“Saya sempat memutuskan fokus di freestyle. Tapi pelatih menyarankan saya belajar backstroke karena melihat saya punya kecepatan di gaya itu,” katanya.
Pilihan tersebut terbukti tepat. Namanya mulai diperhitungkan di dunia akuatik Indonesia sejak tampil di SEA Games Vietnam 2021. Emas di ajang debut itu menjadi pijakan penting dan membuka jalan menuju dominasi Asia Tenggara.
Dua tahun berselang, emas SEA Games Kamboja 2023 menjadi momen yang paling berkesan baginya.
Persiapan panjang, waktu latihan yang lebih terstruktur, serta evaluasi berkelanjutan membuatnya merasa berada pada fase penting dalam perkembangan karier.
“Saya pikir emas di Kamboja sangat berkesan. Saya fokus mengembangkan kemampuan saya menjelang SEA Games Kamboja. Saat itu ada banyak waktu untuk berlatih dan mengevaluasi diri,” ujar Masniari.
“Tahun ini juga luar biasa, tapi Kamboja punya tempat istimewa di hati saya.”
Bidik level lebih tinggi





















