Si Produktif dan Murah Senyum Belum Tentu Bebas dari Masalah Kesehatan Mental

  • Ada individu yang tetap bekerja, tersenyum, bahkan terlihat sangat produktif, tetapi sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat

MATASEMARANG.COM – Seorang pekerja produktif dan murah senyum tidak bisa dijadikan indikator bahwa yang bersangkutan bebas dari masalah kesehatan mental.

Menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat dalam bentuk menangis, bersedih, atau menarik diri.

“Ada individu yang tetap bekerja, tersenyum, bahkan terlihat sangat produktif, tetapi sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat,” kata Efnie di Jakarta, Sabtu.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, jangan hanya bertanya apakah seseorang terlihat baik-baik saja. Cobalah mengenali apakah ia masih mampu menjalani kehidupannya dengan baik secara emosional, kognitif, sosial, dan fisik,” katanya.

Dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha itu menjelaskan bahwa dalam perspektif bio-neuropsikologi, perubahan kondisi mental dapat tercermin dari perubahan emosional, kognitif, perilaku, dan fisiologis.

Individu yang mengalami perubahan emosional bisa menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, cemas berlebihan, sering menangis, merasa hampa, atau kehilangan kemampuan menikmati aktivitas yang sebelumnya menyenangkan.

Perubahan kognitif individu tandanya bisa berupa kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, berpikir negatif secara berulang, atau merasa pikirannya selalu penuh.

Menarik Diri

Individu yang mengalami perubahan perilaku biasanya jadi mulai menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, produktivitasnya berubah, atau menunjukkan perilaku yang berbeda dari kebiasaannya.

Pos terkait