Si Produktif dan Murah Senyum Belum Tentu Bebas dari Masalah Kesehatan Mental

Sementara perubahan fisiologis dapat berkaitan dengan gangguan tidur, perubahan nafsu makan, kelelahan berkepanjangan, sakit kepala, ketegangan otot, atau keluhan fisik lainnya yang perlu dievaluasi penyebabnya.

Efnie menekankan bahwa munculnya satu atau dua tanda perubahan kondisi mental tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental tertentu.

“Yang perlu diperhatikan keluarga adalah perubahan yang cukup signifikan dari kondisi biasanya, berlangsung menerus, atau mulai mengganggu fungsi kehidupannya,” kata psikolog yang tergabung dalam Asosiasi Neuropsikologi Indonesia – Himpunan Psikologi Indonesia itu

Bacaan Lainnya

“Apabila perubahan tersebut menetap, terutama sekitar dua minggu atau lebih, atau semakin berat, sebaiknya individu didorong mendapatkan evaluasi profesional,” kata Efnie dikutip Antara.

Segera Minta Pertolongan

Kalau mendapati tanda-tanda masalah kesehatan mental berat, ia melanjutkan, maka sebaiknya tidak menunggu sampai dua pekan untuk mencari pertolongan dan meminta bantuan.

Apalagi kalau mendapati individu yang sudah menunjukkan tanda bahaya seperti ingin menyakiti diri sendiri, mengalami keputusasaan ekstrem, berbicara tentang mengakhiri hidup.

Jika mendapati individu dengan kondisi yang demikian, Efnie mengatakan, maka keluarga dan orang terdekat sebaiknya segera berupaya menolongnya untuk mengakses pelayanan kesehatan mental. ***

Pos terkait