Argentina berusaha menjadi tim kedua setelah Brasil dan Italia yang dua kali berturut-turut menjuarai Piala Dunia, dan sekaligus membuat epilog sempurna untuk karier gemilang kapten mereka, Lionel Messi.
Inggris pun punya ambisi tak kalah besar, yakni mengakhiri penantian 60 tahun tak pernah mencapai final Piala Dunia dan mengulang sukses juara Piala Dunia 1966.
Aspek lain yang membuat laga bisa lebih sengit dari Prancis melawan Spanyol adalah tekad kedua tim untuk membuktikan diri pantas di final dan juara setelah banyak orang meragukan kelayakan mereka untuk sampai di tahap ini akibat perjalanan ke semifinal yang tidak semulus Spanyol dan Prancis.
Bayangkan saja, ketika Prancis tak pernah kebobolan dan Spanyol hanya sekali kebobolan sebelum semifinal, Argentina dan Inggris malah kebobolan masing-masing empat gol dalam periode yang sama.
Bagi Argentina, inilah kali pertama mereka menghadapi tim 10 besar setelah dalam enam laga sebelumnya selalu melawan tim berperingkat di bawah ranking 10.
Swiss (14) dan Mesir (24) adalah dua lawan berperingkat paling tinggi yang dihadapi Argentina sebelum ini.
Secara teoritis, jika melihat level lawan-lawan mereka sebelum semifinal dan catatan head to head yang memihak Three Lions, Inggris memiliki kemungkinan menang lebih besar ketimbang Argentina.
Tetapi pasukan Thomas Tuchel harus tahu bahwa Argentina tak pernah kalah dalam enam semifinal Piala Dunia mereka sebelumnya. Tiga di antara enam semifinal itu bahkan berakhir di podium juara pada 1978, 1986 dan 2022.

















