Bandingkan dengan Inggris yang sudah tiga kali mencapai semifinal tapi baru sekali ke final pada edisi 1966 ketika mereka juara.
Terakhir kali Three Lions mencapai semifinal terjadi pada Piala Dunia 2018.
Faktor Thuchel dan Messi
Tetapi, di bawah asuhan Thomas Tuchel, kinerja Inggris lebih meyakinkan daripada skuad asuhan Gereth Southgate yang mencapai semifinal Piala Dunia 2018.
Delapan tahun lalu Inggris ke semifinal dengan diselingi satu kekalahan pada fase grup. Tetapi sekarang, bersama skuad yang tak terlalu dipenuhi pemain-pemain bintang, Inggris malah membuat pencapaian sama tanpa satu kali pun kalah.
Itu bukti Tuchel berhasil membentuk tim yang lebih kuat, yang tak lagi terlibat dalam perang ego, sehingga media tak punya kesempatan untuk merusak konsentrasi dan kekompakan tim.
Walau mungkin tak secemerlang Prancis dan Spanyol, serta tidak seproduktif Argentina yang sudah mencetak 17 gol, pemain-pemain Inggris yang lebih kompak bisa menjadi lawan mematikan baik untuk Argentina maupun Spanyol, jika Three Lions memenangkan semifinal ini.
Inggris yang kompak yang konsisten memainkan pola 4-2-3-1 untuk mengakomodasi kelebihan Declan Rice-Elliot Anderson dan ketajaman Harry Kane, bisa membuat Lionel Messi cs menelan kekalahan pertamanya dalam Piala Dunia kali ini.
Messi baru kali ini menghadapi Inggris walau dia sudah memainkan 205 pertandingan bersama Argentina. Ini akan membuat Messi buta dengan kekuatan dan gaya bermain Inggris, sehingga bisa saja dia tak begitu efektif menjalankan fungsi sebagai motor dan otak permainan Argentina.

















