Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita menyoroti pentingnya layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang, mulai dari cash management, layanan pembayaran dan payroll, digital banking, pembiayaan modal kerja dan investasi, remittance, letter of credit (L/C), SKBDN, hingga supply chain financing.
“Bank Jateng ingin membangun hubungan yang lebih dari sekadar penyedia layanan rekening perusahaan, tetapi menjadi mitra strategis atau business partnership yang tumbuh bersama, mendukung keberlanjutan usaha, dan menciptakan nilai bagi perusahaan maupun perekonomian Jawa Tengah,” kata Anna.
Menurut Anna, posisi KIW sebagai kawasan industri membuka ruang kolaborasi luas karena melibatkan berbagai pelaku ekonomi, mulai dari tenant, karyawan, supplier, vendor, distributor, hingga customer.
“Bank Jateng siap hadir sebagai financial partner dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha, transaction partner yang memberikan kemudahan dan keamanan transaksi, serta growth partner yang membuka peluang pembiayaan dan pengembangan bisnis,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama KIW Rezza Arief Budy Artha menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, kawasan industri, investor, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah, perbankan, kawasan industri, investor dan dunia usaha tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketika kita berkolaborasi, maka investasi dapat tumbuh, usaha berkembang, lapangan kerja terbuka, transaksi ekonomi meningkat, dan pada akhirnya perekonomian Jawa Tengah menjadi semakin kuat,” kata Rezza.

















