“Tuduhan tersebut akan dibahas dalam persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Hakimi akan dipaparkan secara terbuka dan di hadapan kedua pihak,” kata Colin.
“Pak Hakimi, yang tidak menyembunyikan apa pun, telah sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dan otoritas peradilan dan akan terus melakukannya selama persidangan mendatang,” lanjutnya.
Kasus tersebut bermula dari dugaan insiden di rumah Hakimi di Boulogne-Billancourt, sebelah barat Paris, pada 25 Februari 2023. Perempuan yang sebelumnya berkomunikasi dengan Hakimi melalui Instagram itu menuduh sang pemain melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya setelah dirinya datang ke rumah Hakimi.
Hakimi didakwa melakukan pemerkosaan pada 2 Maret 2023, lima hari setelah dugaan insiden tersebut.
Hakimi terakhir kali memberikan pernyataan terbuka mengenai kasus itu pada 19 Juni, setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonannya untuk membatalkan dakwaan.
“Saya memilih untuk diam selama bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa tetap menjaga martabat, bersabar, dan mempercayai sistem peradilan akan memungkinkan keputusan yang tepat dibuat. Hari ini, sebuah cerita yang bukan milik saya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan yang terpenting, kebenaran,” tulis Hakimi di X.
“Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara,” tambahnya.
Di luar kasus hukum tersebut, Hakimi tetap menjadi pemain penting PSG. Ia merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions dua musim beruntun dan masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d’Or 2026 yang akan digelar di London bulan depan. ***


















