Cekcok Masalah Biaya Pengobatan Anak, Istri Tusuk Suami hingga Tewas

Istri tusuk suami
Ilustrasi. AI/ChatGPT
  • Korban yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) meninggal di lokasi kejadian setelah mengalami sejumlah luka tusuk akibat senjata tajam di bagian tubuh, wajah, dan dada

MATASEMARANG.COM – Seorang istri menusukkan berulang-ulang senjata tajam ke tubuh suaminya hingga tewas. Peristiwa berdarah ini terjadi di halaman Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Senin (21/9).

​”Kami mengamankan terduga berinisial DLA, pelaku, tak lama setelah kejadian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, di Palembang, Senin.

BACA JUGA  Wakil Wali Kota Semarang Diperiksa dalam Kasus Korupsi Mbak Ita

​Peristiwa tersebut menimpa korban berinisial A (32), seorang pegawai negeri sipil (PNS). Korban meninggal di lokasi kejadian setelah mengalami sejumlah luka tusuk akibat senjata tajam pada bagian tubuh, wajah, dan dada.

Bacaan Lainnya

​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, insiden pembunuhan tersebut dipicu oleh perselisihan masalah biaya pengobatan anak.

BACA JUGA  Tujuh Pejabat Diperiksa KPK Terkait THR Forkopimda Bupati Cilacap

Pasangan suami istri yang tengah pisah ranjang tersebut sempat terlibat percekcokan di tempat kerja korban sebelum akhirnya berujung penusukan sekitar pukul 12.10 WIB.

​Terduga pelaku DLA mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten OKI pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB untuk meminta uang berobat anak kepada korban. Saat percekcokan memuncak, terduga pelaku mengambil sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter yang disimpannya di dalam tas, lalu menyerang korban secara brutal.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa personel kepolisian bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat.

BACA JUGA  Kejagung: Kerugian Negara dalam Kasus Videografer Amsal Sitepu Rp202 Juta, bukan Rp5,9 Juta

Petugas langsung menyita sejumlah barang bukti, seperti pisau dan pakaian korban yang bernoda darah.

Pos terkait