Tak hanya mengajarkan budidaya ikan Air Tawar, Agustina berharap istri para nelayan juga bisa diberdayakan dengan membuat kerajinan dari limbah laut, misalnya, cangkang kerang. Hasilnya, bisa dijual dan menambah pemasukan bagi keluarga.
Di sisi lain, nelayan yang sudah terimpit ekonomi karena tidak ada pemasukan sebab tidak bisa melaut membuat mereka mau tak mau meminjam kepada rentenir dengan bunga yang biasanya cukup tinggi.
Agustina menegaskan dalam masalah ini, pemerintah harus bisa memberikan fasilitas kredit dengan bunga rendah kepada nelayan atau membangun koperasi bagi nelayan.
“Negara harus hadir kalau seperti itu. Koperasi nelayan sedang dibuat tapi belum masif,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang juga membagikan sembako bagi para nelayan yang ada di Tambak Lorok. ***


















