“Kesiapan venue saat ini sudah mencapai 90 persen. Kami sudah cek satu per satu kesiapannya di lapangan, baik fasilitas milik pemerintah maupun swasta. Sedangkan untuk para atlet, mereka jauh lebih siap karena telah menjalani pembinaan berkelanjutan tanpa henti sejak satu tahun lalu. Secara fisik, mental, maupun psikis, atlet kita sangat siap,” jelasnya.
Di tengah dominasi prestasinya, sebagaimana pada Porprov 2023 lalu saat Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan perolehan 186 emas KONI Kota Semarang justru mengusung sikap yang menyejukkan.
Kota Semarang berkomitmen tidak ingin memonopoli atlet bertalenta demi mendorong pemerataan kualitas olahraga di Jawa Tengah.
“Prinsip kami, kita tidak boleh murko (serakah) atau memonopoli atlet. Kalau ada atlet asal Kota Semarang yang ingin bergabung membela kabupaten/kota lain, kita beri izin dan kita lepas secara baik-baik. Ini demi pemerataan prestasi olahraga di seluruh Jawa Tengah,” tegasnya.
Kendati melepas sejumlah atletnya ke daerah lain, Kota Semarang tetap optimistis memasang target realistis sebanyak 150 medali emas guna mempertahankan mahkota juara umum.
Selain berburu prestasi di arena pertandingan, kehadiran ribuan atlet, pelatih, hingga suporter dari puluhan kabupaten/kota se-Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian di Ibu Kota Jawa Tengah.
Helly berharap gelaran Porprov Jateng mampu menjadi stimulus bagi geliat industri pariwisata, perhotelan, hingga sektor UMKM di Kota Semarang.
“Harapan kami, terselenggaranya Porprov ini bukan hanya memberi nilai plus bagi dunia olahraga di Kota Semarang, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” pungkasnya.

















